Sistem Pelapiasan Sosial dalam Masyarkat Petanian
perkembangan masyarakat pertanian disetiap kawasan berbeda beda. bahkan ada yang peralihan dari tipe masyarakat lain seperti masyarakat suku terasing, masyarakat perternakan, ataupun masyarakat nelayan. yipe masyarakat pertanian memliki pola kehidupan yang khas, antara lain sebagai berikut;
- Masyarakat sederhana ( suku terasing )
contohnya :
- daerah pantai utara kanada, hidup suku - suku bangsa eskimo yang daerahnya amat dingin, mereka hidup dari berburu binatang kutub
- di ujung selatan benua amerika tinggal suku bangsa ona dan yahgan, yang hidup dari berburu dan menangkap ikan
- daerah gurun kalahari ( afrika selatan ) tinggal ras bushman, dan digurun sabana australia tinggal suku bangsa asli australia ras asteroid sebagai pemburu binatang
- di irian jaya, tepatnya mereka masih hidup dari pengumpulan sagu karena sebagian besar mereka hidup di daerah rawa rawa
2. Masyrakat perternakan ( pastoral sosieties )
masyarakat peternakanpun masih ada sampai sekarang. pada umumnya, mereka berada didaerah gurun, stepa atau sabana. adapun jenis peternak mereka sangat bergantung pada letak geografis daerahnya. daerah daerah masyarakat peternakan misalnya, sebagai berikut;
- semenanjung arab hidup suku bangsa arab badui, mereka memelihara unta, kambing, dan kuda
- daerah gurun, stepa, dan sabana, di asia barat daya hidup suku suku bangsa khanzah di iran, dan pahtun diafganistan yang memelihara domba, sapi, dan kuda
- daerah stepa asia tengah hidup suku suku bangsa mongolik dan turki, seperti buryat, kazakh, kirghiz, dan uzbek, yang memelihara domba, kambing, unta,dan kuda
3. masyarakat nelayanmasyarakat nelayan bertempat tinggal di sepanjang pantai atau diteluk teluk, agar mudah untuk melalabuhkan perahu dan mengkap ikan. pada umumnya masyrakat nelayan mengetahui teknologi pembuatan perahu, cara navigasi di laut, dan cara pembagian kerja. sistem religinya mengandung unsur unsur keyakinan, upacara, serta ilmu ghaib yang erat hubungannya dengan persepsi serta konsepsi mereka mengenai laut.
4.masyarakat pertaniankehudupan masyarakat pertanian sangat pengaruh dengan faktor geografis terhadap corak kehidupan masyarakat pertanian, misalnya iklim, lokasi / letak, ketinggian, kesuburan tanah, tata air dll.corak kehidupan masyarakat pertanian dibedakan menjadi dua macam, yaitu kehidupan masyarakat peladang dan kehidupan masyarakat petani pedesaan.
- Kehidupan masyarakat peladang ( shifting cultivation societies )
masyarakat peladang hidup di hutan rimba tropik di daerah aliran sungai. Di Indonesia, terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian. Kebudayaan peladang ini selalu berpindah pindah.
2. Kehidupan Masyarakat Petani Pedesaan. Para petani yang masih hidup di desa desa, mereka hidup dengan cara bercocok tanam menetap secara tradisional dengan irigasi sederhana. corak seperti ini masih banyak terdapat di Indonesia khususnya di pulau Jawa.
Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah masyarakat pertanian yang tinggal di pedesaan. Pada masyarakat pertanian di Indonesia, kita kenal dia lapisan utama, dimana masing masing masih diklasifikasi menjadi tiga tingkat yaitu:
- Kelompok petani, yaitu mereka yang bermata pencarian bercocok tanam dan memiliki sejumlah area pertanian.
- Petani kuat atau kaya. yaitu para petani yang menduduki peringkat paling atas, karena memiliki lahan pertanian yang relatif luas ( 5 hektar ) serta memiliki peralatan pengarapan sawah yang memadai termasuk mempunyai tenaga kerja relatif banyak.
- pertanian menegah, yaitu petani yang setingkat dibawah petani kuat, meliki tanah 1 sampai 5 hektar.
- petani gurem, yaitu petani yang setingkat di bawah petani menegah atau pada kelas paling bawah dengan memiliki tanah antara 1/8 sampai 3/4 hektar.
2. Kelompok Buruh Tani, yaitu masyarakat pertanian di pedesaan yang menggantungkan hidup dari tenaga kerjanya dalam kegiatan bercocok tanam
Atas dasar kemampuan tenaga yang dimilikinya, kelompok buruh tani dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:- kuli kenceng, yaitu kelompok buruh tani memiliki kemampuan kerja yang sangat prima karena relatif muda usia yaitu antara 20 sampai 45 tahun.
- kuli setengah kenceng, yaitu kelompok buruh tani 46 sampai 50 tahun.
- kuli kendo yaitu kelompok buruh tani yang berada pada tingkat paling bawah baik dalam skill maupun tenaga, kelompok ini bodoh dan malas.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar