Sabtu, 28 September 2019

Sistem Pelapiasan Sosial dalam Masyarkat Petanian


perkembangan masyarakat pertanian disetiap kawasan berbeda beda. bahkan ada yang peralihan dari tipe masyarakat lain seperti masyarakat suku terasing, masyarakat perternakan, ataupun masyarakat nelayan. yipe masyarakat pertanian memliki pola kehidupan yang khas, antara lain sebagai berikut;
  1. Masyarakat sederhana ( suku terasing )
pola kehidupan masyarakat sederhana ( suku terasing ) biasanya mata pencarian masyarakatnya adalah berburu dan meramu. dari jumlah penduduk dunia yang bekisar 3.000 juta di akhir abad ke -20 ini.
contohnya :
  • daerah pantai utara kanada, hidup suku - suku bangsa eskimo yang daerahnya amat dingin, mereka hidup dari berburu binatang kutub
  • di ujung selatan benua amerika tinggal suku bangsa ona dan yahgan, yang hidup dari berburu dan menangkap ikan
  • daerah gurun kalahari ( afrika selatan ) tinggal ras bushman, dan digurun sabana australia tinggal suku bangsa asli australia ras asteroid sebagai pemburu binatang
  •  di irian jaya, tepatnya mereka masih hidup dari pengumpulan sagu karena sebagian besar mereka hidup di daerah rawa rawa





     2. Masyrakat perternakan ( pastoral sosieties )

    masyarakat peternakanpun masih ada sampai sekarang. pada umumnya, mereka berada didaerah gurun, stepa atau sabana. adapun jenis peternak mereka sangat bergantung pada letak geografis daerahnya. daerah daerah masyarakat peternakan misalnya, sebagai berikut;
    1. semenanjung arab hidup suku bangsa arab badui, mereka memelihara unta, kambing, dan kuda
    2. daerah gurun, stepa, dan sabana, di asia barat daya hidup suku suku bangsa khanzah di iran, dan pahtun diafganistan yang memelihara domba, sapi, dan kuda
    3. daerah stepa asia tengah hidup suku suku bangsa mongolik dan turki, seperti buryat, kazakh, kirghiz, dan uzbek, yang memelihara domba, kambing, unta,dan kuda
    pada umumnya masyarakat peternak lebih angresif dan hidupnya berpindah pindah tempat sesuai dengan musim musim tertentu, ternak merekapun biasanya sangat banyak.

    3. masyarakat nelayan
    masyarakat nelayan bertempat tinggal di sepanjang pantai atau diteluk teluk, agar mudah untuk melalabuhkan perahu dan mengkap ikan. pada umumnya masyrakat nelayan mengetahui teknologi pembuatan perahu, cara navigasi di laut, dan cara pembagian kerja. sistem religinya mengandung unsur unsur keyakinan, upacara, serta ilmu ghaib yang erat hubungannya dengan persepsi serta konsepsi mereka mengenai laut.

    4.masyarakat pertanian
    kehudupan masyarakat pertanian sangat pengaruh dengan faktor geografis terhadap corak kehidupan masyarakat pertanian, misalnya iklim, lokasi / letak, ketinggian, kesuburan tanah, tata air dll.
    corak kehidupan masyarakat pertanian dibedakan menjadi dua macam, yaitu kehidupan masyarakat peladang dan kehidupan masyarakat petani pedesaan.

    1.  Kehidupan masyarakat peladang ( shifting cultivation societies )
    masyarakat peladang hidup di hutan rimba tropik di daerah aliran sungai. Di Indonesia, terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian. Kebudayaan peladang ini selalu berpindah pindah.
          2.  Kehidupan Masyarakat Petani Pedesaan. Para petani yang masih hidup di desa desa, mereka hidup dengan cara bercocok tanam menetap secara tradisional dengan irigasi sederhana. corak seperti ini masih banyak terdapat di Indonesia khususnya di pulau Jawa.

    Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah masyarakat pertanian yang tinggal di pedesaan. Pada masyarakat pertanian di Indonesia, kita kenal dia lapisan utama, dimana masing masing masih diklasifikasi menjadi tiga tingkat yaitu:
    1. Kelompok petani, yaitu mereka yang bermata pencarian bercocok tanam dan memiliki sejumlah area pertanian.
    • Petani kuat atau kaya. yaitu para petani yang menduduki peringkat paling atas, karena memiliki lahan pertanian yang relatif luas ( 5 hektar ) serta memiliki peralatan pengarapan sawah yang memadai termasuk mempunyai tenaga kerja relatif  banyak.
    • pertanian menegah, yaitu petani yang setingkat dibawah petani  kuat, meliki tanah 1 sampai 5 hektar.
    • petani gurem, yaitu petani yang setingkat di bawah petani menegah atau pada kelas paling bawah dengan memiliki tanah antara 1/8  sampai 3/4 hektar.

        2. Kelompok Buruh Tani, yaitu masyarakat pertanian di pedesaan yang menggantungkan hidup dari tenaga kerjanya dalam kegiatan bercocok tanam 

    Atas dasar kemampuan tenaga yang dimilikinya, kelompok buruh tani dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:
    •  kuli kenceng, yaitu kelompok buruh tani memiliki kemampuan kerja yang sangat prima karena relatif muda usia yaitu antara 20 sampai 45 tahun.
    • kuli setengah kenceng, yaitu kelompok buruh tani 46 sampai 50 tahun.
    • kuli kendo yaitu kelompok buruh tani yang berada pada tingkat paling bawah baik dalam skill maupun tenaga, kelompok ini bodoh dan malas. 

Rabu, 12 Juni 2019


A.    Pelapisan (Stratifikasi) Sosial Masyarakat Indonesia dan Pengaruh Perkembangan Masyarakat Dunia .
Sistem pelapisan masyarakat dikenal dengan istilah social stratification ( stratifikasi sosial ). Jadi, social stratification adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas – kelas secara bertingkat ( hierarkis). Perwujudannya, adanya kelsa tinggi dan kelas yang lebih rendah.
Menurut teori sosiologi bernama Petrim A. Sorokin mengatakan bahwa sistem pelapisan masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur.siapa saja yang memiliki sesuatu yang berharga dalam jumlah banyak dianggap mempunyai kedudukan lapisan atas, mereka yang hanya sedikit sekali atau sama sekali tidak memiliki sesuatu yang berharga, mempunyai kedudukan rendah.
Terjadinya lapisan – lapisan dalam masyarakat
Sistem pelapisan di masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya. Ada pula yang sengaja dibuat untuk mencapai tujuanbersama. Adanya perbedaan pelapisan merupakan gejala universal, bagian dari sistem sosial setip masyarakat. Untuk mengetahui terjadinya proses pelapiasan dalam masyarakat kita pedoman pada hal – hal sebagai berikut.
a.       Sistem stratifikasi sosial berpokok pada sistem pertentangan dalam masyarakat. Sistem demikian hanya mempunyai arti khusus bagi masyrakat tertentu yang menjadi objek penyelidikan.
b.      Sistem stratifikasi sosial dapat dianalisis sebagai berikut:
1.      Distribusi hak – hak istimewa yang objektif, misalnya, penghasilan, kekayaan, dan keselamatan
2.      Lambang – lambang kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian, perumahan, keanggotaan dalam suatu organisasi, dan lain – lain
3.      Mudah atau sulit dalam bertukar kedudukan
4.      Sistem pertanggaan yang diciptkan warga masyarakat berupa prestise dan penghargaan.
5.      Kriteria sistem pertnggaan apakah dapat berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat tertentu, milik, wewenang atau kekuasaan
6.      Solidaritas diantara individu atau kelompok  - kelompok sosial yang mempunyai kedudukan sama sistem sosial mayarakat , misalnya :
a)      Pola pola interaksi, keanggotaan interaksi, perkawinan, dan adat istiadat yang berlaku;
b)      Kesamaan atau ketidaksamaan sistem kepercayaan, sikap dan nilai – nilai:
c)      Aktivitas sebagai anggota kelompok;
d)     Kesadaran akan kedudukan masing masing
Perlunya Sistem Pelapisan dalam Masyarakat 
setiap masyarakat harus menepatkan individu - individu pada tempat tempat tertentu dalam struktur sosial dan mendorong mereka untuk melaksanakan kewajibannya sebagai akibat penepatan tersebut. Maka dari itu, masyarakta menghadapi dua persoalan, yaitu:

  1. menepatkan individu individu sesuai dengan kemampuan dan keahliannya;
  2. mendorong mereka melaksanakan kewajibannya.
kalau semua kewajiban sesuai dengan keinginan dan kemampuan setiap individu, persoalan tidak akan mengalami kesulitan untuk dilaksanakan.
namun dalam kenyataan tidaklah demikian, kedudukan dan peranan sering memerlukan kemampuan dan latihan.

 


KAMPUNGKU SURGAKU

sebagian orang mencari keindahan di negeri orang, tapi bagi ku keindahan dan alami ada di kampung ku. 



wisata menangkap ikan dengan pukek 
wisata penangkapan ikan ini bisa digalakan oleh pemerintah cara menarik pukek bersama dengan penduduk setempat dengan wisatawan,


wisata tani 
 begitu juga dengan wisata tani