Rabu, 12 Juni 2019


A.    Pelapisan (Stratifikasi) Sosial Masyarakat Indonesia dan Pengaruh Perkembangan Masyarakat Dunia .
Sistem pelapisan masyarakat dikenal dengan istilah social stratification ( stratifikasi sosial ). Jadi, social stratification adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas – kelas secara bertingkat ( hierarkis). Perwujudannya, adanya kelsa tinggi dan kelas yang lebih rendah.
Menurut teori sosiologi bernama Petrim A. Sorokin mengatakan bahwa sistem pelapisan masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur.siapa saja yang memiliki sesuatu yang berharga dalam jumlah banyak dianggap mempunyai kedudukan lapisan atas, mereka yang hanya sedikit sekali atau sama sekali tidak memiliki sesuatu yang berharga, mempunyai kedudukan rendah.
Terjadinya lapisan – lapisan dalam masyarakat
Sistem pelapisan di masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya. Ada pula yang sengaja dibuat untuk mencapai tujuanbersama. Adanya perbedaan pelapisan merupakan gejala universal, bagian dari sistem sosial setip masyarakat. Untuk mengetahui terjadinya proses pelapiasan dalam masyarakat kita pedoman pada hal – hal sebagai berikut.
a.       Sistem stratifikasi sosial berpokok pada sistem pertentangan dalam masyarakat. Sistem demikian hanya mempunyai arti khusus bagi masyrakat tertentu yang menjadi objek penyelidikan.
b.      Sistem stratifikasi sosial dapat dianalisis sebagai berikut:
1.      Distribusi hak – hak istimewa yang objektif, misalnya, penghasilan, kekayaan, dan keselamatan
2.      Lambang – lambang kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian, perumahan, keanggotaan dalam suatu organisasi, dan lain – lain
3.      Mudah atau sulit dalam bertukar kedudukan
4.      Sistem pertanggaan yang diciptkan warga masyarakat berupa prestise dan penghargaan.
5.      Kriteria sistem pertnggaan apakah dapat berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat tertentu, milik, wewenang atau kekuasaan
6.      Solidaritas diantara individu atau kelompok  - kelompok sosial yang mempunyai kedudukan sama sistem sosial mayarakat , misalnya :
a)      Pola pola interaksi, keanggotaan interaksi, perkawinan, dan adat istiadat yang berlaku;
b)      Kesamaan atau ketidaksamaan sistem kepercayaan, sikap dan nilai – nilai:
c)      Aktivitas sebagai anggota kelompok;
d)     Kesadaran akan kedudukan masing masing
Perlunya Sistem Pelapisan dalam Masyarakat 
setiap masyarakat harus menepatkan individu - individu pada tempat tempat tertentu dalam struktur sosial dan mendorong mereka untuk melaksanakan kewajibannya sebagai akibat penepatan tersebut. Maka dari itu, masyarakta menghadapi dua persoalan, yaitu:

  1. menepatkan individu individu sesuai dengan kemampuan dan keahliannya;
  2. mendorong mereka melaksanakan kewajibannya.
kalau semua kewajiban sesuai dengan keinginan dan kemampuan setiap individu, persoalan tidak akan mengalami kesulitan untuk dilaksanakan.
namun dalam kenyataan tidaklah demikian, kedudukan dan peranan sering memerlukan kemampuan dan latihan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar