A.
Pelapisan (Stratifikasi)
Sosial Masyarakat Indonesia dan Pengaruh Perkembangan Masyarakat Dunia .
Sistem
pelapisan masyarakat dikenal dengan istilah social
stratification ( stratifikasi sosial ). Jadi, social stratification adalah
perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas – kelas secara bertingkat (
hierarkis). Perwujudannya, adanya kelsa tinggi dan kelas yang lebih rendah.
Menurut
teori sosiologi bernama Petrim A. Sorokin mengatakan bahwa sistem pelapisan
masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang
hidup teratur.siapa saja yang memiliki sesuatu yang berharga dalam jumlah
banyak dianggap mempunyai kedudukan lapisan atas, mereka yang hanya sedikit
sekali atau sama sekali tidak memiliki sesuatu yang berharga, mempunyai
kedudukan rendah.
Terjadinya lapisan – lapisan dalam
masyarakat
Sistem
pelapisan di masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya. Ada pula yang sengaja
dibuat untuk mencapai tujuanbersama. Adanya perbedaan pelapisan merupakan
gejala universal, bagian dari sistem sosial setip masyarakat. Untuk mengetahui
terjadinya proses pelapiasan dalam masyarakat kita pedoman pada hal – hal sebagai
berikut.
a. Sistem
stratifikasi sosial berpokok pada sistem
pertentangan dalam masyarakat. Sistem demikian hanya mempunyai arti khusus
bagi masyrakat tertentu yang menjadi objek penyelidikan.
b. Sistem
stratifikasi sosial dapat dianalisis sebagai berikut:
1. Distribusi
hak – hak istimewa yang objektif, misalnya, penghasilan, kekayaan, dan
keselamatan
2. Lambang
– lambang kedudukan, seperti tingkah laku, cara berpakaian, perumahan,
keanggotaan dalam suatu organisasi, dan lain – lain
3. Mudah
atau sulit dalam bertukar kedudukan
4. Sistem
pertanggaan yang diciptkan warga masyarakat berupa prestise dan penghargaan.
5. Kriteria
sistem pertnggaan apakah dapat berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan
kelompok kerabat tertentu, milik, wewenang atau kekuasaan
6. Solidaritas
diantara individu atau kelompok -
kelompok sosial yang mempunyai kedudukan sama sistem sosial mayarakat ,
misalnya :
a) Pola
pola interaksi, keanggotaan interaksi, perkawinan, dan adat istiadat yang
berlaku;
b) Kesamaan
atau ketidaksamaan sistem kepercayaan, sikap dan nilai – nilai:
c) Aktivitas
sebagai anggota kelompok;
d) Kesadaran
akan kedudukan masing masing
Perlunya Sistem Pelapisan dalam
Masyarakat
setiap masyarakat harus menepatkan individu - individu pada tempat tempat tertentu dalam struktur sosial dan mendorong mereka untuk melaksanakan kewajibannya sebagai akibat penepatan tersebut. Maka dari itu, masyarakta menghadapi dua persoalan, yaitu:
- menepatkan individu individu sesuai dengan kemampuan dan keahliannya;
- mendorong mereka melaksanakan kewajibannya.
namun dalam kenyataan tidaklah demikian, kedudukan dan peranan sering memerlukan kemampuan dan latihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar