Minggu, 16 Agustus 2015

KEBUDAYAAN MESIR KUNO


KEBUDAYAAN MESIR KUNO

Pada akhir tahun 4000 SM. Mesir telah memasuki zaman sejarah tertulis. Karena dikelilingi padang pasir, maka hubungan dunia luar hampir tidak ada. Mesir berkembang sendiri karena jarang berhubungan dengan dunia luar. Baru terjadi hubungan dengan luar ketika Mesir pada abad ke -18 SM diduduki bangsa Hiksos. Kemudian pada abad ke 6 SM Mesir diduduki oleh bangsa Persia.
  • a.       Perkembangan Politik
Sebelum tahun 3000 SM, Raja ( Firaun ) Menes mempersatukan kerajaan Mesir Hulu dengan keraaj Mesir Hilir. Wilayahnya meliputi daerah antara Jeram Pertama dihulu sampai kemuara sungai Nil. Sejak persatuan itu sampai tahun 2200 SM disebut zaman Kerajaan Tua. Dengan lemahnya kekuasaan pusat, maka daerah daerah berontak. Perang saudara terjadi. Masa kacau ini terjadi selama dua ratus tahun. Keadaan baru menjadi baik kembali sekitar tahun 2000 SM, sampai 1700SM. Masa tiga ratus tahuni ini dikenal dengan Kerajaan Tengah.
Abad ke -18 SM bangsa Hiksos dari Asia menduduki Mesir Hilir. Ketika pada akhirnya bangsa Hiksos berhasil diusir kira kira tahun 1600 SM. Maka berdirilah Kerajaan Baru. Kerajaan ini berlansung sampai tahun 1100SM sesudah itu Mesir memasuki zaman kemunduran. Selama hampir tiga abad Mesir lumpuh tidak berdaya menghadapi serbuan serbuan dari Asia. Pada tahun 800SM mesir terpaksa membayar upeti kepada raja raja Asiria. Selanjutnya pada abad ke 6 SM Mesir ditakluk oleh Persia. Pada abad ke -4 SM di tundukankan oleh Iskandar ( Alexander ) Agung.
Dalam susunan pemerintah di Mesir, raja disebut Firaun, ia menepati puncak kekuasaan yang dipegangnya secara mutlak. Ia juga dianggap sebagai dewa. Dengan demikian ia juga menguasai bidang agam selain golongan pendeta. Segala segi kehidupan di Mesir diatur dengan ketat oleh firaun
  • b.      Kehidupan sosial dan ekonomi
Lembah Nil yang subur menghasilkan gandum, sayur – mayur dan buah – buahan yang cukup. Merka ternagi atas golongan – golongan yaitu Firaun dan keluarganya, bangsawan, pedagang dan usahawan, petani, pekerja dan budak. Dibawah Firaun, terdapat bangsawan yang dapat turut mengecap kehidupan yang mewah. Dibawah bangsawan terdapat golongan pedagang dan usahawan. Mereka berdiam dikota – kota dan dapat mengenyam pula hidup yang lebih baik. Sebiliknya, rakyat terbanyak yang terbagi atas tiga golongan yaitu : petani, pekerja, budak, hidup serba kekurangan.
  • c.       Agama dan kebudayaan
Semua bangunan hasil kebudayaan Mesir ada hubungnanya dengan agama. Orang Mesir percaya kepada hidup sesudah mati, mula mula hanya Firaun dan keluarga dekatnya yang dianggap dapat hidup abadi. Tetapi dalam perkembangan kemudian, semua orang dapat hidup sesudah mati, sehubungan dengan ini, orang Mesir percaya bahwa roh mereka tetap dapat hidup selama jasad mereka tetap dipelihara dengan baik. Oleh sebab itu jasad telah diawetkan itu disebut mumi dan dapat tidak rusak selama ribuan tahun, lebih lebih iklim Mesir yang kering.
Dengan kekayaan  dan kekuasaan atas para pekerja, maka Firaun dapat membangun untuk dirinya makam yang besar yang berbentuk piramida. Dalam piramida itu ada kamar kamar yang diisi dengan barang barang kerajinan atau kesenian yang indah. Dinding kamar dilukis dengan gambaryang melukiskan bermacam peristiwa, terutama tentang kehidupan sesudah mati. Piramida yang terbesar ialah piramida Khufu yang dirikan pada kira kira tahun 2700 SM. Piramida itu adalah makam Khufu, Firaun dari kerajaan tua.
Selain piramida ada bangunan besar besar yang khas ialah kuil untuk bermacam macam dewa, tiang tiangnya yang besar besar, kelak terlihat pengaruhnya pada seni bangunan Yunani. Pembangunan besar itu memerlukan keterampilan dan pengetahuan matematika. Memang bangsa Mesir telah maju dalam berhitung dan matematika, pembagian atas 24 jam berasal dari orang Mesir pengamatan bintang dan benda benda dilangit lain ( astronomi ), maka bangsa Mesir dapat menghitung dalam satu tahun matahari ,yaitu waktu yang dibutuhkan bumi satu kali mengedari matahari ialah 365 hari.
Sejak kira kira tahun 4000 SM orang Mesir telah mengenal tulisan yang berbentuk gambar atau lambang. Orang Yunani menyebutnya hieroglyph ( baca : hieroglif ) yang berarti “ huruf suci yang dipahat “ ( hieros= suci; glyphein = memahat / mengguris; gramma = huruf ). Yang mula mula tulisan itu dipahatkan pad batu dan kayu, akhirnya ditulis juga pada papirus semacam bahan kertas yang berasal dari tanaman papirus, maka papirus lebih praktis.
                       
                                       Contoh tulisan heiroglif