KEBUDAYAAN MESIR KUNO
Pada
akhir tahun 4000 SM. Mesir telah memasuki zaman sejarah tertulis. Karena
dikelilingi padang pasir, maka hubungan dunia luar hampir tidak ada. Mesir
berkembang sendiri karena jarang berhubungan dengan dunia luar. Baru terjadi
hubungan dengan luar ketika Mesir pada abad ke -18 SM diduduki bangsa Hiksos.
Kemudian pada abad ke 6 SM Mesir diduduki oleh bangsa Persia.
- a. Perkembangan Politik
Sebelum
tahun 3000 SM, Raja ( Firaun ) Menes mempersatukan kerajaan Mesir Hulu dengan
keraaj Mesir Hilir. Wilayahnya meliputi daerah antara Jeram Pertama dihulu
sampai kemuara sungai Nil. Sejak persatuan itu sampai tahun 2200 SM disebut
zaman Kerajaan Tua. Dengan lemahnya kekuasaan pusat, maka daerah daerah
berontak. Perang saudara terjadi. Masa kacau ini terjadi selama dua ratus
tahun. Keadaan baru menjadi baik kembali sekitar tahun 2000 SM, sampai 1700SM.
Masa tiga ratus tahuni ini dikenal dengan Kerajaan Tengah.
Abad
ke -18 SM bangsa Hiksos dari Asia menduduki Mesir Hilir. Ketika pada akhirnya
bangsa Hiksos berhasil diusir kira kira tahun 1600 SM. Maka berdirilah Kerajaan
Baru. Kerajaan ini berlansung sampai tahun 1100SM sesudah itu Mesir memasuki zaman
kemunduran. Selama hampir tiga abad Mesir lumpuh tidak berdaya menghadapi
serbuan serbuan dari Asia. Pada tahun 800SM mesir terpaksa membayar upeti
kepada raja raja Asiria. Selanjutnya pada abad ke 6 SM Mesir ditakluk oleh
Persia. Pada abad ke -4 SM di tundukankan oleh Iskandar ( Alexander ) Agung.
Dalam
susunan pemerintah di Mesir, raja disebut Firaun, ia menepati puncak kekuasaan
yang dipegangnya secara mutlak. Ia juga dianggap sebagai dewa. Dengan demikian
ia juga menguasai bidang agam selain golongan pendeta. Segala segi kehidupan di
Mesir diatur dengan ketat oleh firaun
- b. Kehidupan sosial dan ekonomi
Lembah
Nil yang subur menghasilkan gandum, sayur – mayur dan buah – buahan yang cukup.
Merka ternagi atas golongan – golongan yaitu Firaun dan keluarganya, bangsawan,
pedagang dan usahawan, petani, pekerja dan budak. Dibawah Firaun, terdapat
bangsawan yang dapat turut mengecap kehidupan yang mewah. Dibawah bangsawan
terdapat golongan pedagang dan usahawan. Mereka berdiam dikota – kota dan dapat
mengenyam pula hidup yang lebih baik. Sebiliknya, rakyat terbanyak yang terbagi
atas tiga golongan yaitu : petani, pekerja, budak, hidup serba kekurangan.
- c. Agama dan kebudayaan
Semua
bangunan hasil kebudayaan Mesir ada hubungnanya dengan agama. Orang Mesir
percaya kepada hidup sesudah mati, mula mula hanya Firaun dan keluarga dekatnya
yang dianggap dapat hidup abadi. Tetapi dalam perkembangan kemudian, semua
orang dapat hidup sesudah mati, sehubungan dengan ini, orang Mesir percaya
bahwa roh mereka tetap dapat hidup selama jasad mereka tetap dipelihara dengan
baik. Oleh sebab itu jasad telah diawetkan itu disebut mumi dan dapat tidak
rusak selama ribuan tahun, lebih lebih iklim Mesir yang kering.
Dengan
kekayaan dan kekuasaan atas para
pekerja, maka Firaun dapat membangun untuk dirinya makam yang besar yang
berbentuk piramida. Dalam piramida itu ada kamar kamar yang diisi dengan barang
barang kerajinan atau kesenian yang indah. Dinding kamar dilukis dengan
gambaryang melukiskan bermacam peristiwa, terutama tentang kehidupan sesudah
mati. Piramida yang terbesar ialah piramida Khufu yang dirikan pada kira kira
tahun 2700 SM. Piramida itu adalah makam Khufu, Firaun dari kerajaan tua.
Selain
piramida ada bangunan besar besar yang khas ialah kuil untuk bermacam macam
dewa, tiang tiangnya yang besar besar, kelak terlihat pengaruhnya pada seni
bangunan Yunani. Pembangunan besar itu memerlukan keterampilan dan pengetahuan
matematika. Memang bangsa Mesir telah maju dalam berhitung dan matematika,
pembagian atas 24 jam berasal dari orang Mesir pengamatan bintang dan benda
benda dilangit lain ( astronomi ), maka bangsa Mesir dapat menghitung dalam
satu tahun matahari ,yaitu waktu yang dibutuhkan bumi satu kali mengedari
matahari ialah 365 hari.
Sejak
kira kira tahun 4000 SM orang Mesir telah mengenal tulisan yang berbentuk
gambar atau lambang. Orang Yunani menyebutnya hieroglyph ( baca : hieroglif ) yang berarti “ huruf suci yang
dipahat “ ( hieros= suci; glyphein = memahat / mengguris; gramma = huruf ). Yang mula mula tulisan
itu dipahatkan pad batu dan kayu, akhirnya ditulis juga pada papirus semacam bahan
kertas yang berasal dari tanaman papirus, maka papirus lebih praktis.
Contoh tulisan heiroglif